Pewarta: Wito – Biro Jember I Editor: Semar Bagong
Rambipuji – Jember. Malam Senin yang mestinya tenang dan damai, berubah jadi panggung horor gratis. Tepat pukul 23.30 WIB, Senin 11 Agustus 2025, di tengah pasar Rambipuji—tepat di depan alun-alun desa Jl. WR. Supratman No.70—jago merah beraksi. Bukan ayam laga, tapi si ayam api yang hobi bikin repot.
Lima lapak pedagang jadi santapannya. Konon, biang keladinya adalah konsleting listrik di lapak milik Bu Sum. Total kerugian ditaksir sekitar 40 juta rupiah. Untungnya, semua lapak sudah tutup, jadi tidak ada korban jiwa.
Gerak Cepat Damkar dan Trio Keamanan
Begitu kabar kebakaran masuk, petugas Damkar, Babinsa, Babinkamtibmas, plus Polsek Rambipuji langsung tancap gas. Dengan strategi “siraman kolosal”, api akhirnya bisa dilumpuhkan sekitar pukul 01.00 WIB.

Kronologi ala Warga Pasar
- 22.30 WIB: Pedagang angkringan di pinggir alun-alun melihat asap.
- 22.40 WIB: Warga teriak-teriak sambil telepon Damkar.
- 22.50 WIB: Damkar tiba, disusul TNI dan Polri.
“Kerugian kira-kira 40 juta untuk dapur dan kamar tidur yang ikut gosong. Korban jiwa? Alhamdulillah nihil,” tegas Rohim, petugas Damkar, sambil mengelap keringat.
Ngopi, Dapat Kabar Kebakaran
Babinsa Anton bercerita, “Kami lagi enak ngobrol sambil ngopi di kantor, tiba-tiba telpon masuk. Katanya ada warung kebakar di tengah pasar. Langsung kami lari langkah seribu. Untung enggak kepleset, Mas!”
Sesampai di lokasi, sudah ramai kayak konser dangdut gratis. Damkar sudah kerja, mereka ikut membantu supaya api tak menjalar ke ruko lain. “Syukurlah, enggak ada korban jiwa. Kalau ada korban perasaan, ya itu urusan yang lain,” kelakarnya.

Drama Warga Kepo
Junaedi, warga kidul pasar, awalnya kira “jago merah” itu ayam lomba. “Eh, ternyata kebakaran! Kami langsung lari kayak tokoh silat di film. Pas sampai, apinya sudah padam. Yah, gagal bikin konten TikTok. Niatnya kan mau viral kayak artis ibu kota,” ujarnya sambil nyengir.
Pesan Moral ala Semar Bagong:
Kalau listrik lapak sudah minta pensiun, ganti saja sebelum bikin pasar jadi sate bakar. Dan buat warga yang niatnya nonton kebakaran demi konten, ingat… nyawa dan barang berharga itu bukan bahan trending topic.





























