Pewarta: Firnas Muttaqin
Editor: Tim Gareng-Petruk
Biro: Jawa Timur
Sumber: semarbagong.com
Pasuruan – 4 November 2025.
Pagi itu, halaman DPRD Kota Pasuruan berubah jadi lautan jaket hijau, biru, ungu, dan oranye. Bukan festival warna, tapi festival keluhan! Ratusan pengemudi ojek online (ojol) dari Grab, Gojek, Maxim, sampai ShopeeFood tumplek blek di depan gedung dewan—bukan mau ngantar order, tapi ngantar uneg-uneg.
Katanya, bensin yang mereka isi belakangan ini bikin motor “mencendut-cendut”—macam orang lagi batuk kena debu sawah. Motor yang biasanya ngacir, sekarang jadi pelan kayak disuruh puasa kecepatan.

“BBM-nya Kayak Campur Air Cucian Galon!”
Koordinator aksi, Muhammad Yunus, dengan wajah campur dongkol dan capek, bilang ke wartawan Semar Bagong,
“Kami ini tiap hari di jalan. Motor itu nyawa, bukan hobi. Tapi kok habis isi Petralite, motor langsung nyendut-nyendut. Ganti filter, bersihin karbu, tetep aja. Kayak orang disuruh ngerawat bebek berenang di lumpur!”
Para ojol mengaku sudah rugi banyak—bukan cuma bensin, tapi juga servis, waktu, dan orderan yang gagal karena motor mogok di tengah jalan. “Ada yang sampe dorong motor sambil nangis, mas. Tangisannya kayak lagu dangdut sedih,” celetuk salah satu pengemudi yang disambut tawa getir rekan-rekannya.
Tiga Tuntutan Sakral ala Ojol Pasuruan
Mereka tak datang cuma buat selfie depan gedung dewan. Ada tiga tuntutan sakral yang mereka bacakan dengan gaya bak pahlawan jalanan:
- Kompensasi dan Ganti Rugi. DPRD diminta tegas: tolong kawal pihak SPBU dan Pertamina biar tanggung jawab atas kerusakan motor.
- Mediasi Silahturahmi (biar adem tapi tegas). Ajak semua pihak duduk bareng, dari SPBU, Pertamina, sampai dinas terkait.
- Sidak Mendalam. Kalau perlu, bawa ember dan selang, langsung tes BBM di tempat!

Ketua DPRD: “Aku Juga Pernah Nyendut!”
Ketua DPRD Kota Pasuruan, M. Toyib, yang turun langsung menenangkan massa, ternyata senasib sepenanggungan.
“Aku juga ngalami, kok. Sepeda motor baru, bensin masih ada, tapi malah nyendut-nyendut. Tak kira setannya bensin!” ujarnya, disambut sorakan “Woyy, bener tuh, Pak Dewan!” dari barisan ojol.
M. Toyib berjanji akan segera memanggil pihak SPBU dan Pertamina untuk klarifikasi. Bahkan ia sempat nyeletuk,
“Kalau terbukti BBM-nya jelek, ya hentikan dulu penjualannya. Jangan sampai rakyat jadi kelinci percobaan bahan bakar!”

Rencana Aksi Lanjutan: Dari Sidak Sampai Sumpah SPBU
Menurut agenda DPRD, sidak akan dilakukan lintas wilayah—baik di Kota maupun Kabupaten Pasuruan. Mereka berencana membawa Dinas Perindustrian dan Perdagangan, aparat kepolisian, dan mungkin juga “tim pencium aroma bensin curiga” dari masyarakat.
Kalau terbukti ada yang nakal, bukan tak mungkin SPBU bermasalah bakal dipasangi tulisan “TUTUP SEMENTARA – BIKIN MESIN MERANA.”
Aksi Damai, Tapi Penuh Tanda Tanya
Menjelang sore, setelah dijanjikan tindak lanjut, para ojol pun bubar dengan tertib. Tapi ada yang nyeletuk sambil nyalain motornya,
“Semoga abis ini motor gak batuk-batuk lagi, ya. Kalo masih, siap-siap DPRD kita order bareng ke SPBU, review langsung di lapangan!”
💬 Quote of the Day dari Semar Bagong:
“Kalau rakyat sudah nyendut, pemerintah jangan pura-pura lancar.”
🔥 semarbagong.com – Berita dibalik berita, logika dibalik tawa.





























