Pewarta: Eko Windarto
Editor: Tim Gareng-Petruk
Biro: Jawa Timur
JAKARTA — Stasiun Tanah Abang yang dulu dikenal sebagai tempat berdesakan beraroma perjuangan, kini tampil kinclong kayak cat baru di rumah mertua.
Selasa pagi (4/11/2025), Presiden Prabowo Subianto datang langsung — bukan naik mobil mewah, tapi naik KRL dari Stasiun Manggarai!
Warga yang biasanya ngeluh soal AC panas dan pintu susah tutup, kali ini malah histeris senang.
“Wah, Pak Presiden naik KRL juga! Berarti kita satu frekuensi,” celetuk Mbak Reni, sambil buru-buru ngeluarin HP buat selfie.
💺 Tanah Abang Baru: Dari Desak-desakan Jadi Destinasi Instagramable
Begitu tiba, Presiden langsung disambut aroma kopi dari kios UMKM dan senyum penumpang yang (hari itu saja) tampak sabar.
Stasiun Tanah Abang Baru memang beda. Dindingnya kinclong, atapnya tinggi, dan ruang tunggunya nggak lagi bikin keringetan kayak sauna.
Yang paling keren? Akses buat disabilitas — bukti kalau pembangunan sekarang gak cuma mikirin beton, tapi juga kemanusiaan.
Presiden jalan meninjau satu per satu fasilitas:
dari peron, ruang tunggu, sampai tempat duduk yang entah kenapa selalu penuh meski stasiun baru dibuka.
Sambil senyum, beliau nyapa penumpang,
“Naik KRL itu keren, ya. Aman, nyaman, dan hemat!”
Bagong nyeletuk dari pinggir:
“Iya, Pak… asal jangan pas jam pulang kerja, bisa-bisa berdiri kayak patung pancasila.”
🔧 KRL Tambah 30 Rangkaian Baru, Artinya Tambah Harapan (dan Sedikit Drama)
Presiden juga ngumumin kabar gembira — alias 30 rangkaian baru KRL siap meluncur, nilainya Rp5 triliun.
“Biar masyarakat gak rebutan tempat duduk lagi,” katanya.
Semar langsung nyeletuk bijak:
“Itu bagus, tapi jangan lupa, yang sering rebutan bukan cuma kursi KRL, tapi juga kursi jabatan.”
Semua ketawa. Tapi ya, maknanya dalem.

🌍 Transportasi Modern, Bukan Cuma Jakarta Punya
Pak Presiden juga janji bakal kembangkan jaringan kereta ke seluruh Indonesia — dari Sumatera sampai Sulawesi.
“Transportasi publik ini pondasi pemerataan ekonomi,” tegasnya.
Maksudnya jelas: biar rakyat gak cuma bisa jalan kaki ke warung, tapi bisa naik kereta ke masa depan.
🧹 Pesan Moral Ala Semar-Bagong
Sebelum pulang, Presiden titip pesan:
“Fasilitas publik ini milik kita semua, rawat baik-baik.”
Semar angguk, Bagong senyum:
“Betul, Mar. Kadang yang rusak bukan jalannya, tapi kesadaran manusianya.”
“Iya Gong, makanya kalau di stasiun jangan buang sampah sembarangan, nanti yang kotor bukan lantainya, tapi hatinya.”
🚉 Penutup: Dari Rel Menuju Harapan
Stasiun Tanah Abang Baru bukan cuma tempat naik-turun penumpang, tapi simbol kemajuan.
Jakarta makin siap nyambut masa depan: lebih cepat, lebih ramah, dan (semoga) gak macet terus.
Bagong nyeletuk terakhir sambil ngopi di warung depan stasiun:
“Kalau KRL-nya udah modern, tinggal penumpangnya yang harus ikut tertib.
Biar gak cuma stasiunnya keren, tapi kelakuannya juga keren.” 😄
🗞️ Semarbagong.com
💬 Lucunya rakyat, seriusnya kehidupan.





























