Semar Mengangguk, Bagong Merinding Tapi Penasaran
Pewarta: Eko Setyo Atmojo
Editor: Tim Semarbagong
Biro: Jawa Timur
Wonogiri — Akhir pekan ini, Gareng dan Petruk mlipir ke Hutan Jati Donoloyo, kawasan cagar alam di Slogohimo yang, kata orang, seram sekaligus teduh, sakral tapi ramah, angker tapi ngangenin. Singkatnya: tempat yang bikin hati adem tapi leher tetap merinding tipis-tipis.
Masuk ke dalam hutan, ketiganya langsung disambut pepohonan jati setinggi harapan anak kos setelah dapat transferan. Umurnya? Ratusan tahun. Aura-nya? Ibarat kiai sepuh lagi tirakat—tenang tapi berwibawa.
Di tengah perjalanan, mereka menemukan sebuah kunden, tonggak jati pertama yang konon dipetik Wali Songo untuk Masjid Agung Demak. Di sanalah mereka bertemu Pak Sunarto, juru kunci Donoloyo yang ramah, tegas, dan hafal sejarah sampai ke akar-akarnya—bahkan lebih hafal daripada murid kelas 7 menghafal PPKn.
Kunden Pertama, Cerita Pertama
Pak Sunarto menjelaskan dengan suara dalam khas penjaga alam:
“Kunden iki tonggak jati sing paling sepuh. Kayune iki sing dibawa Wali Songo kanggo ndandani Masjid Agung Demak.”
Semar mengangguk penuh hormat,
“Sejarah itu seperti jati, Gong… makin tua makin kokoh.”
Bagong nyeletuk,
“Iyo, Mar… tapi kalau terlalu tua jangan dipanjat. Bisa dipelototi jurukunci!”
Dari Majapahit ke Donoloyo, Jejak Sang Senopati
Menurut kisah yang dituturkan Pak Sunarto, hutan ini bermula dari seorang Senopati Majapahit bernama Eyang Donosari. Saat Majapahit gonjang-ganjing, beliau pamit dari hiruk pikuk dunia, memilih hening di Wonogiri, dan menanam satu pohon jati.
Satu pohon itu tumbuh.
Membesar.
Berkembang.
Dan akhirnya jadi Hutan Jati Donoloyo yang kita kenal hari ini.
“Sakral, berkah, dan berkualitas premium,” kata orang-orang.
“Kayu jati terbagus,” kata para ahli.
“Jangan dibawa pulang meskipun cuma satu daun,” kata Pak Sunarto—dengan nada yang bikin Bagong otomatis ngecek sakunya.
Jati Donoloyo untuk Masjid Agung Demak
Konon, saat pembangunan Masjid Agung Demak, Raden Fatah meminta Wali Songo mencari kayu terbaik. Dengan karomah tingkat ‘GPS spiritual’, ayang-ayang jati milik Eyang Donosari kelihatan dari Demak. Sunan Giri pun berangkat mencari.
Setelah perjalanan panjang, beliau sampai dan bertemu Eyang Donosari. Ternyata, Eyang Donosari bersedia memberikan pohonnya dengan tiga syarat:
- Anak turun dijauhkan dari peperangan
- Dijauhkan dari pageblug
- Dijauhkan dari kekurangan sandang pangan
Sunan Giri menyetujui. Pohon ditebang. Diangkut lewat sungai.
Karena memberikan dengan ikhlas, Wali Songo memberi gelar “Donoloyo”:
- Dono = Memberi
- Loyo = Dari “ojo suloyo” (memberi harus tulus)
Semar bergumam,
“Bener, Gong… kalau memberi jangan pakai hitung-hitungan.”
Bagong langsung menimpali,
“Iya Mar… kecuali bayar utang. Itu wajib dihitung.”
Larangan Membawa Apa pun dari Dalam Hutan
Nah, ini bagian penting. Kata Pak Sunarto:
“Keluar dari sini, ojo nggowo opo-opo. Batu kerikil, tanah, daun, bahkan ranting kecil. Sing penting: sopan, permisi, jaga mulut.”
Orang Jawa percaya, apa pun yang diambil dari hutan ini tanpa izin bisa membawa musibah. Semar mengangguk setuju.
Bagong langsung merapatkan celana panjangnya, takut ada batu nyelip.
Banyak yang Datang, Banyak yang Berdoa
Hutan seluas 9,2 hektare ini tetap lestari. Banyak pengunjung datang—foto-foto, wisata, atau ritual tertentu. Namun semuanya punya satu tujuan: mendekat kepada Tuhan lewat ketenangan alam.
Pak Sunarto bilang,
“Sebenarnya, sing dilakoni wong-wong ning kene mung ndonga. Minta marang Gusti.”
Semar menambahkan,
“Alam itu kitab yang diam, Gong. Tinggal kita mau baca atau tidak.”
Bagong mengusap tengkuknya,
“Aku baca, Mar… tapi ndak berani sendirian kalau malam.”
Penutup
Hutan Jati Donoloyo bukan sekadar tempat dengan pohon tua, tapi ruang sunyi yang menyimpan sejarah, spiritualitas, dan pesan moral: bahwa apa pun yang tumbuh dari ketulusan akan bertahan ratusan tahun.
Di antara jati-jati raksasa itu, Semar berbisik bijak. Bagong nyeletuk jujur.
Dan pembaca—seperti biasa—ngakak dulu, mikir kemudian.
Semarbagong.com
Lucunya rakyat, seriusnya kehidupan.





























