Oleh : Jurnalis Rakyat Jelata
KLATEN, Semarbagong.com —
Kalau urusan rakyat bisa dibahas di warung kopi, kenapa urusan organisasi nggak? Itulah kira-kira semangat yang menguar dari secangkir kopi hangat di Lapas Kelas IIB Klaten, Rabu (14/01).
Lapas Klaten menggelar coffee morning bersama para pejabat struktural. Bukan sekadar ngopi-ngopi cantik, tapi ajang ngobrol serius tanpa wajah tegang. Kata orang Jawa: santai tapi ngena.
Dipimpin langsung Kepala Lapas Kelas IIB Klaten, forum ini jadi ruang terbuka buat evaluasi, curhat struktural, sampai bahas isu strategis pemasyarakatan. Bedanya, kali ini nggak pakai podium tinggi — yang tinggi cuma aromanya kopi.
Dalam arahannya, Kalapas menegaskan bahwa coffee morning ini bukan acara basa-basi.
“Ini sarana komunikasi dua arah. Biar koordinasi nggak cuma lewat disposisi, tapi lewat diskusi,” kira-kira begitu maknanya.
Semar mengangguk bijak, Bagong nyeletuk jujur:
👉 Kalau koordinasi lancar, kerjaan nggak saling nyenggol.
“Melalui kegiatan ini, kita bisa berdiskusi terbuka, saling bertukar gagasan, dan mencari solusi bersama atas tantangan yang ada. Harapannya, kinerja Lapas Klaten ke depan semakin optimal,” ujar Kalapas sambil menyeruput kopi, bukan emosi.
Diskusi mengalir, ide saling lempar, dan komitmen pun ditegaskan: integritas dijaga, disiplin dirawat, pelayanan ditingkatkan. Good governance bukan jargon, tapi target harian.
Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari tokoh muda Klaten, Eko Setyo Atmojo, yang dikenal sebagai Ketua DPW Pasukan 08 Klaten sekaligus Ketua Bantuan Hukum (Bahu Prabowo).
Menurut Eko, pendekatan seperti ini justru menunjukkan wajah birokrasi yang sehat.
“Coffee morning ini contoh kepemimpinan yang mau mendengar. Koordinasi itu bukan soal jabatan tinggi, tapi kemauan duduk sejajar. Kalau aparat solid, pelayanan ke masyarakat pasti lebih manusiawi,” tegas Eko.
Bagong pun manggut-manggut:
👉 Negara itu bukan cuma soal aturan, tapi juga rasa.
Akhir kata, dari Klaten kita belajar:
Kadang, solusi organisasi tidak lahir dari ruang rapat ber-AC, tapi dari secangkir kopi, obrolan jujur, dan niat baik yang diseduh bersama.
Lucunya rakyat, seriusnya kehidupan. ☕😄





























