Oleh Semar dan Bagong yang lagi lewat depan sekolahan
KLATEN, Semarbagong.com —
Kalau masa depan anak-anak cuma disimpan di ingatan, bisa lupa. Tapi kalau dicatat di aplikasi, bisa diawasi. Itulah semangat di balik lahirnya SITIE KEDELAK, solusi digital Dinas Sosial Klaten untuk memastikan hak anak nggak cuma jadi slogan.
Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DISSOSP3APPKB) Kabupaten Klaten menggelar Bimbingan Teknis Aplikasi SITIE KEDELAK (Sistem Informasi Kecamatan, Desa/Kelurahan Layak Anak), Selasa (13/01/2025).
Bertempat di Gedung Pertemuan Desa Karangwungu, Kecamatan Karangdowo, kegiatan ini diikuti perwakilan Gugus Tugas Kecamatan Layak Anak, pejabat dan staf kecamatan, serta Gugus Tugas Desa Layak Anak eks Tabup Pedan. Lengkap. Dari atas meja hingga akar rumput.
Semar mengelus janggut, Bagong nyeletuk:
👉 Ngurus anak nggak cukup niat baik, tapi juga data yang rapi.
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) DISSOSP3APPKB Klaten, Setyowati, menjelaskan bahwa SITIE KEDELAK adalah inovasi untuk mengevaluasi sejauh mana kecamatan dan desa memenuhi hak anak.
“Aplikasi ini merupakan inovasi dari kami dalam rangka mengevaluasi pelaksanaan bagi pemerintah kecamatan dan desa dalam pemenuhan hak anak,” ujarnya.
Menurutnya, evaluasi ini bertujuan mendorong kepedulian dan langkah nyata dari aparat desa, keluarga, masyarakat, hingga dunia usaha agar pembangunan wilayah benar-benar ramah anak. Bukan ramah di spanduk saja, tapi juga di kenyataan.
Setyowati menambahkan, pemerintah pusat telah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, yang kemudian ditindaklanjuti dengan regulasi di tingkat provinsi dan Kabupaten Klaten melalui Perda Nomor 28 Tahun 2018.
“Di kecamatan dan desa diharapkan juga ada regulasi terkait penyelenggaraan perlindungan anak,” tambahnya, sambil menekankan pentingnya keberlanjutan kebijakan.
Saat ini, Kabupaten Klaten berada di peringkat Nindya dalam evaluasi Kabupaten Layak Anak. Sebuah capaian, tapi belum garis finis.
“Kita setiap tahun dievaluasi oleh pemerintah pusat. Kabupaten layak anak itu hanya bisa terwujud jika kecamatan dan desanya juga layak anak,” jelas Setyowati.
Melalui SITIE KEDELAK, Dinas Sosial membuka kanal laporan dari kecamatan dan desa terkait upaya pemenuhan hak anak yang sudah dilakukan. Harapannya sederhana tapi serius: naik kelas ke peringkat utama.
Tokoh muda Klaten, Eko Setyo Atmojo—Ketua DPW Pasukan 08 Klaten sekaligus Ketua Bantuan Hukum (Bahu Prabowo)—menilai langkah ini sebagai bentuk keberpihakan nyata negara kepada anak-anak.
“SITIE KEDELAK ini bukan sekadar aplikasi, tapi alat kontrol sosial. Kalau datanya terbuka dan terukur, maka tanggung jawab semua pihak ikut terbuka. Anak-anak butuh perlindungan yang sistematis, bukan sekadar empati sesaat,” tegas Eko.
Bagong pun menimpali dalam hati:
👉 Anak-anak bukan masa depan bangsa, mereka adalah bangsa hari ini.
Dengan pendekatan digital dan kolaborasi lintas sektor, Klaten menata harapan: desa lebih peduli, kecamatan lebih sigap, dan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang aman serta bermartabat.
Karena pada akhirnya,
lucunya rakyat boleh kita tertawakan, tapi masa depan anak-anak harus kita perjuangkan.





























