Pewarta: Eko Setyo Atmojo
Editor: Tim Semar Bagong
Biro: Jawa Tengah
KLATEN, 5 November 2025 —
Warga Desa Mrisen, Juwiring, akhirnya bisa sedikit menarik napas lega (dan sedikit tersenyum lebar). Setelah sekian lama minta tolong agar jalan di perempatan Ngadisari diberi perhatian, akhirnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kabupaten Klaten turun tangan.
Bukan dengan spanduk “hati-hati jalan rusak”, bukan pula dengan pos polisi, tapi dengan polisi tidur!
Ya, polisi tidur—yang nggak bisa nyogok dan nggak bisa main HP saat bertugas itu—kini resmi berjaga di perempatan Ngadisari, sejak Rabu (5/11). Dua barikade aspal hitam kinclong kini berdiri gagah di sisi timur dan barat jalan, siap mengingatkan pengendara agar menurunkan ego dan kecepatan.
“Sudah lima korban bulan ini, Mas…”
Kata Yono, warga sekitar, dengan nada yang lebih mirip laporan juri lomba keamanan kampung daripada keluhan warga.
“Terakhir baru tujuh hari lalu, ada motor tabrakan sama truk, yang bawa motor meninggal,” ujarnya lirih.
Cerita Yono bukan isapan jempol. Warga di sekitar perempatan itu sudah sering jadi saksi adegan tragis jalanan. Bukan sinetron, tapi nyata dan menyedihkan.
“Akhirnya DPU-PR datang juga, Alhamdulillah.”
Begitu reaksi spontan warga saat melihat pekerja dari DPU-PR menurunkan aspal dan alat di lokasi.
Langsung deh warga pada nyengir puas. “Kalau bisa jangan cuma polisi tidur, Mas, tapi sekalian rambu, biar yang lewat nggak nekat ngebut,” kata Yono lagi, sambil nunjuk ke arah barat. “Kalau malam itu gelap, lampu nggak nyala, jadi sering nggak kelihatan.”
Dari Polisi Tidur ke Tidur Nyenyak
Langkah DPU-PR ini disambut positif (dan agak nyindir juga sih) oleh warga. Katanya, “Daripada nunggu korban lagi, mendingan dikasih polisi tidur, biar pengendara bangun kesadarannya.”
Humor warga memang nggak pernah padam, meski situasi jalan sering mencekam. Tapi di balik canda itu, tersimpan rasa lega—akhirnya pemerintah merespons keluhan mereka.
Semoga Polisi Tidur Ini Nggak Ikut Tertidur!
Polisi tidur sudah terpasang. Sekarang tinggal tugas warga dan pengendara: jangan ngantuk di jalan, dan jangan kebanyakan gas. Karena polisi tidur yang satu ini nggak bisa disogok, tapi bisa bikin shockbreaker nangis kalau nekat ngebut.
Langkah kecil DPU-PR Klaten ini diharapkan bisa jadi titik balik keselamatan di Juwiring. Semoga ke depan, selain polisi tidur, ada juga rambu-rambu yang melek dan lampu jalan yang setia hidup, supaya warga bisa bilang:
“Akhirnya, jalan kita nggak cuma ramai, tapi juga selamat.”
🛞 Catatan Semar Bagong:
Kadang untuk bikin orang berhenti, nggak perlu marah-marah. Cukup dikasih polisi tidur—biar semua sadar, kalau istirahat juga bagian dari keselamatan.





























