Pewarta: Firnas
Editor: Tim Semar Bagong
Biro: Jawa Timur
PASURUAN — Hujan boleh datang tiba-tiba, tapi Polres Pasuruan Kota gak mau kejadian bencana juga datang tiba-tiba tanpa persiapan.
Rabu pagi (5/11/2025), Lapangan Wicaksana Legawa mendadak penuh warna — bukan karena festival rakyat, tapi karena barisan seragam TNI, Polri, BPBD, dan Dishub yang berjejer rapi dalam Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi.
Wakil Wali Kota, Forkopimda, DPRD, Dinkes, semua hadir. Kalau ini bukan acara pemerintahan, mungkin sudah dikira reuni akbar lintas instansi.

☔ Kapolres: “Kita Siaga, Jangan Sampai Kaget Kalau Langit Ngamuk!”
Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Davis Busin Siswara, tampil gagah di depan barisan. Dengan suara mantap, beliau menegaskan:
“Apel ini bukan sekadar baris-berbaris, tapi baris-bersiap menghadapi cuaca yang makin gak bisa diajak kompromi!”
Beliau mengutip data BNPB — sudah ada 2.606 bencana terjadi sampai pertengahan Oktober 2025.
“Artinya, bukan cuma sinetron yang bersambung tiap hari, bencana pun tayang terus tanpa jeda iklan,” celetuk salah satu peserta apel sambil senyum kecut.
BMKG pun sudah kasih peringatan: puncak musim hujan bakal datang, dan pengaruh La Nina bisa bikin curah hujan di Jawa Timur makin tinggi.
Singkatnya: langit lagi “baper”, air mudah tumpah, dan manusia harus siap payung sebelum kebanjiran.
🚒 Kesiapan Bukan Sekadar Alat, Tapi Niat
Dari pompa air sampai perahu karet, semua dicek.
Dari helm pelindung sampai senter, semua diuji.
Tapi yang paling penting, kata Kapolres, bukan cuma kesiapan alat — kesiapan hati dan gotong royong.
Karena katanya, kalau banjir datang, yang pertama turun bukan malaikat, tapi tetangga.
Semar pun manggut-manggut:
“Yang paling bahaya bukan bencana alam, tapi bencana manusia yang gak mau peduli.”
Bagong nyeletuk cepat:
“Betul, Mar. Kadang yang cepat datang pas bencana bukan bantuan, tapi konten vlog!”

🌊 Pesan Moral Ala Semar-Bagong
Musim hujan bukan cuma waktu air turun dari langit, tapi waktu kesabaran diuji dari bawah tanah sampai atap rumah.
Pasuruan siap siaga — bukan karena ingin jadi pahlawan, tapi karena sadar:
kalau alam marah, semua status sosial ikut hanyut.
🌦️ Penutup: Siaga, Tapi Tetap Santai
Apel selesai, tapi semangat tetap hidup.
Langit boleh mendung, tapi hati warga Pasuruan tetap terang — karena mereka tahu, gotong royong itu lebih kuat dari badai mana pun.
Bagong nutup dengan senyum nyengir,
“Kalau hujan datang, jangan panik… yang penting jangan lupa jemur semangat lagi besok pagi.” 🌈
🗞️ Semarbagong.com
Lucunya rakyat, seriusnya kehidupan.





























